Irama Shaba: Pengertian, Sifat, Kegunaan, dan Tingkatannya

Pembacaan Al-Quran yang dilagukan sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Salah satu irama yang sering digunakan adalah irama Shaba yang memiliki arti rindu. Bahkan bisa dibilang bahwa irama ini sangat populer di kalangan pembaca Al-Qur’an. 

Shaba berasal dari Mesir yang bisa dilantunkan dengan sangat indah dan merdu. Apakah Anda penasaran dengan irama ini? 

Pengertian Irama Shaba

Seperti yang sudah disebutkan bahwa arti dari Shaba ini adalah rindu. Bahkan, menurut istilah bisa dikatakan bahwa irama yang sangat populer. Karakter yang dimiliki cukup unik dan berbeda dengan lainnya. 

Alunan yang dimilikinya cukup lembut mendayu dan bisa digunakan dalam pembacaan ayat Al-Quran yang menunjukkan rintihan, rayuan, dan permohonan ampun kepada Allah. Pada gerakan lantunan ini adalah gerak ringan sehingga bisa meresap ke jiwa. 

Hal ini pastinya sesuai dengan thabaqat sederhana. Apakah Anda mengenal irama bayati? Ya, untuk Shaba memang sedikit mirip dan bahkan sangat kuat kemiripannya. Meskipun begitu, untuk lagu Shaba cocok dibawakan oleh pembaca yang memiliki semangat tinggi sehingga karakternya akan nampak. 

Aliran yang dimiliki oleh Shaba adalah aliran mishri yang sudah berkembang sejak paruh abad ke-20. Dengan demikian sudah banyak digunakan oleh pembaca Al-Qur’an untuk melantunkan ayat-ayatnya. 

Sifat dan Kegunaan Lagu Shaba

Untuk sifat dan kegunaan yang dimilikinya sebenarnya sudah diaturkan dalam kebutuhan tertentu. Oleh sebab itu, kenali untuk sifat dan kegunaan dari lagu ini berikut ini bersumber dari pesantrenterbaik.com:

  1. Sifat-Sifat Lagu Shaba

Dalam sebuah irama ini bisa dikatakan bahwa sifat-sifatnya memiliki gerakan yang cukup cepat namun tetap ringan. Irama yang dilantunkan juga seperti mendayu-dayu serta lemah lembut untuk setiap sehingga menyejukkan hati orang yang mendengarkannya. 

Lagu ini bisa disesuaikan dengan tingkatan suara yang sederhana sehingga tidak terbatas pada suara tinggi atau suara rendah.

  1. Kegunaan Irama Shaba

Dalam kegunaan dari irama ini sebenarnya cukup spesifik selain untuk menenangkan jiwa pendengar dan pembaca, yaitu:

  • Mampu untuk merendahkan sebuah ketenangan jiwa. 
  • Membawa perasaan dalam keinsyafan dan rasa khusyu dalam mendengarkan lantunan ayat. 
  • Memberikan sebuah penyesuaian dalam lantunan nada seperti sedih, merayu, maupun gembira. 
  • Dalam pengucapan maka bisa merasakan sebuah kelembutan dan kefasihan. 

Tingkatan Irama Shaba

Selanjutnya, untuk irama ini memiliki sebuah tingkatan dalam irama yang terdiri dari 4 nada yaitu awal maqom shoba, asyiron (nawa). Ajami (jawab), dan quflah bastanjar. Dalam tingkatannya memiliki 4 nada yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan ayat-ayat yang dilantunkan. 

Selain itu, tingkatan nada tersebut juga bisa dilakukan dengan cepat namun tetap terdengar lemah lembut. Untuk irama ini sering dipelajari secara otodidak oleh para pembaca Al-Qur’an. Dengan mengetahui irama Shaba maka para pemula akan bisa merasakan sebuah pembelajaran yang bermakna. Apabila membaca sebuah ayat Al-Qur’an dengan seni baca Qur’an ini maka akan terasa untuk setiap ketentraman hati yang dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *